(function(w,d,s,l,i){w[l]=w[l]||[];w[l].push({'gtm.start': new Date().getTime(),event:'gtm.js'});var f=d.getElementsByTagName(s)[0], j=d.createElement(s),dl=l!='dataLayer'?'&l='+l:'';j.async=true;j.src= 'https://www.googletagmanager.com/gtm.js?id='+i+dl;f.parentNode.insertBefore(j,f); })(window,document,'script','dataLayer','GTM-XXXX');
Ekonomi Sirkular

Ekonomi Sirkular

Pilih

Ekonomi Sirkular

 

Pengelolaan Sisa Hasil Produksi yang
Bertanggung Jawab Di Harita Nickel

Harita Nickel

Harita Nickel berdedikasi untuk mengelola limbah operasional dan limbah cair secara bertanggung jawab, memastikan perlindungan manusia dan lingkungan.

Praktik pengelolaan kami mematuhi peraturan pemerintah dan praktik terbaik industri, dipandu oleh prinsip Reduce-Reuse-Recycle (3R). Kami sangat memprioritaskan solusi inovatif dan berkelanjutan dalam pengelolaan limbah cair, yang sepenuhnya sesuai dengan ketentuan dan persyaratan yang tercantum dalam izin pemerintah. 

Sisa Hasil Produksi yang Dihasilkan

Tailing Terak Nikel Limbah Tidak Berbahaya Lainnya
Inisiatif Kami

Pemanfaatan Kembali Terak Nikel


Sejak tahun 2023, Harita Nickel berinovasi untuk dapat memanfaatkan kembali terak nikel (sisa produksi bijih nikel saprolit).
produksi
Pada tahun 2024, sebanyak 228.487 ton terak nikel sebagai bahan baku untuk batu bata, konstruksi jalan, dan struktur terumbu karang buatan. Selain itu, kami juga mulai mencoba menggunakan terak nikel sebagai media tanam untuk mendukung penghijauan di Kawasan Industri Obi.

Pengolahan Tailing


Tailing adalah sisa hasil pengolahan berbentuk cairan hasil dari proses pemurnian nikel dengan teknologi High Pressure Acid Leach (HPAL) Harita Nickel tidak membuang tailing ke laut, tetapi kami menggunakan metode bernama Dry Stack Tailing Facility.
Dalam
Dalam metode ini, cairan tailing akan disaring untuk memisahkannya dengan padatannya. Selanjutnya, cairan tersebut akan dinetralisir dan dikembalikan ke fasilitas HPAL untuk digunakan kembali, sementara tailing kering dan padat dimanfaatkan untuk menutup lahan bekas pertambangan.
Pertambangan
Saat ini Harita Nickel sedang mengembangkan pilot project untuk mengekstraksi kandungan besi dari tailing. 

Pemanfaatan Limbah Tidak Berbahaya Lainnya


Harita Nickel mengoperasikan Tempat Pengolahan Sampah Terpadu seluas 3,3 hektar, untuk mengolah sampah rumah tangga dari seluruh kompleks, termasuk kantin, dapur, tempat tinggal, dan kantor. 
kantor
Nantinya, sampah organik akan diolah untuk hasilkan gas metana yang bisa dimanfaatkan sebagai bahan bakar tungku, dan sebagai pupuk. Sementara limbah anorganik akan dibakar dan abunya dijadikan campuran blok beton dan batu bata.