(function(w,d,s,l,i){w[l]=w[l]||[];w[l].push({'gtm.start': new Date().getTime(),event:'gtm.js'});var f=d.getElementsByTagName(s)[0], j=d.createElement(s),dl=l!='dataLayer'?'&l='+l:'';j.async=true;j.src= 'https://www.googletagmanager.com/gtm.js?id='+i+dl;f.parentNode.insertBefore(j,f); })(window,document,'script','dataLayer','GTM-XXXX');
Produk

Produk

Produk utama dari Harita Nickel (PT Trimegah Bangun Persada Tbk) adalah bijih nikel laterit yang terdiri dari bijih limonit dan bijih saprolit. Secara umum, bijih limonit mengandung 0.8%–1.2% nikel, dan terletak lebih dekat ke permukaan bumi. Melalui anak perusahaan kami, yaitu PT Halmahera Persada Lygend, mengoperasikan fasilitas High Pressure Acid Leaching (HPAL) pertama di Indonesia, di mana teknik ini mengolah bijih limonit menjadi Mixed Hydroxide Precipitate (MHP), yang selanjutnya dimurnikan menjadi nikel sulfat, kobalt sulfat dan terbaru kobalt elektrolitik. Ketiga bahan ini merupakan bahan baku katoda untuk baterai lithium-ion yang berbasis nikel.

Sedangkan untuk bijih saprolit terletak di bawah zona limonit. Dibandingkan dengan bijih limonit, bijih saprolit biasanya memiliki kandungan nikel yang lebih tinggi. PT Megah Surya Pertiwi dan PT Halmahera Jaya Feronikel, keduanya yang merupakan anak perusahaan Harita Nikel, mengoperasikan smelter nikel di Pulau Obi yang mengolah bijih saprolit untuk menghasilkan feronikel, yang dapat diproses lebih lanjut menjadi stainless steel.

Bijih Nikel Saprolit

Bijih Nikel Saprolit

Bijih nikel saprolit adalah jenis bijih nikel yang terbentuk di lapisan bawah laterit setelah proses pelapukan batuan ultrabasa selama jutaan tahun. Bijih ini umumnya mengandung kadar nikel yang tinggi yaitu sekitar 1,5% hingga 3% nikel, serta memiliki kandungan besi yang lebih rendah.

Saprolit biasanya berwarna hijau hingga abu-abu, dengan tekstur yang lebih lunak dan kaya akan mineral seperti silikat magnesium. Karena kadar nikelnya yang tinggi, maka saprolit dapat diolah dengan metode pirometalurgi seperti Rotary Kiln Electric Furnace (RKEF) untuk menghasilkan feronikel yang merupakan bahan baku baja tahan karat.